2009/07/22

RAJA DAN LABA-LABA

A. Firdaus

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce.

Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England , namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.

Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.

“Sungguh kasihan makhluk kecil ini.”
kata Bruce, “Seharusnya kau menyerah saja!”

Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.

Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak: “Aku juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!”

Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

2009/07/21

Sejuta Warna Facebook


10 Juli jam 6:45
ada yang mau cari PAcar..
ada yang mau hibur diri aja...
ada yang cuma iseng
ada juga yang nyeleneh kurang kerjaan
ada juga agar daianggap dai Tulen

contoh sederhana....
sering kita lihat orang buat Status..."Lagi di Puncak nih" atau " lagi jatuh cinta"....atau " merindukan sang Bidadari"....ada juga yang nulis aneh bin ajaib....."lagi pengen ketemu".....pokonnya banyak dah...

sobat,
ini yang mesti kita pikirkan bersama....sering kali status berubah sertiap 10 menit...kalau ga da yang komentar, ganti status yang lbih heboh biar ada yang komentar...

atau ada yang lebih Soft dan kelihatan mantab
status atau catatan tentang dakwah tapi yang di Tag AKhwat semua..atau sengaja Ngetag Tulisan dan Catatan kita biar dia tau nih tulisan kita...dan biar di komentarin

mari sama-sama berhitung...
sebenarnya urusan kita lbih banyak....mulai dari mengurus Umat...dan hal yang belum kita kerjakan
lamaan mana kita Tilawah dengan NOngkrong di Face Book...
bacaan tentang dakwah saja kita tinggalkan...
atau lebih mencintai Abi dan Umi dari Pada Facebook

jadi aneh tingkah laku manusia sekarang...
pada dasarnya Mubah saja...tapi jika kita melalaikan kewajiban...atau biar dianggap super Ustad tapi amal dakwah ga ada...atau bawaanya lebih pengen cepet2 buka Fb daripada Al-Quran...masih pantaskah dianggap Mubah..

seringnya lagi kita sering tampilkan status kita ke orang lain...dengan harapan ingin dipuji, dianggap Super, atau dianggap Sholeh....Naudzubillah deh...mana Pemahan kita terhadap Allah Swt...curhat kita kepada ALlah lebih sedikit dibanding dengan curhat sama Mausia....

Marilah kita buka HAdist Arabain No.1

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahuanhu, ia
berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan
sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya,
maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya
itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan
dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya"

perbaiki niat Kita Sobat...
jangan-jangan Pahala kita semakin berkurang karena niat kita yang sudah melenceng..
padahal ladang pahala mengalir deras dari Fb jika niat dakwah kita Untuk Allah...
yang jadi Dai...Luruskan Niat....agar setiap apa yang kita niatkan hanya karena Allah...
termasuk ana juga semoga ALlah memberi keikhlasn untuk Allah semata dari setiap amal yang ana Lakukan

aduh Ikhwan dan Alhwat
kadang jam Malam ga Karuan msih asik chatingan...atau Gosip Ria tentang masalah yang sepele...
aduh Ikhwan dan Akhwat...
setan Pinter Banget...niat awal dakwah karena Allah bisa jadi lama-lama jadi belok...pengen cari jodoh..atau cariperhatian orang2 sekitar...

Naudzu Billah Ya Allah
semoga tulisan ini mengingatkan kita agar kita senatiasa menjaga Waktu...menjaga diri...dan menata hati...agar Allah cinta kepada Kita...dan niat2 kita berbuat sesuatu apapun itu hanya Kepada Allah

" Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "


Catatan kecilku untuk pengingatan diriku...

SIMPOSIUM NASIONAL BEM FMIPA


Departemen Lingkungan BEM FMIPA UI Bekerja Sama Dengan ILUNI FMIPAUI & FT UI

mempersembahkan untuk bangsa ini demi menuju Lingkungan Indonesia yang lebih baik dengan sebuah…
“SIMPOSIUM NASIONAL”
23 -26 Juli 2009 di FMIPA UI & Balai Sidang UI Depok

“Saatnya Seluruh Anak Bangsa Peduli, Cerdas, Bergerak, selamatkan lingkungan Indonesia”

Simposium Nasional merupakan acara yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UI sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di Indonesia. Acara berlangsung pada tanggal 23-26 Juli 2009. Tema yang akan diangkat adalah tentang pencemaran limbah, kerusakan hutan, dan krisis energi. Berbagai bentuk acara yang akan diadakan antara lain :
1. Konferensi Lingkungan Tingkat Nasional

Pemaparan dan pencarian solusi permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia, dengan mengangkat tiga isu utama yaitu pencemaran limbah, kerusakan hutan, dan krisis energi.

syarat untuk menjadi peserta konferensi dapat diliat di info konferensi
2. Pena Lingkungan

Pena lingkungan berisikan berbagai lomba jurnalistik, seperti :

* Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM), yang dapat diikuti oleh mahasiswa sarjana atau diploma.
* Essay, yang dapat diikuti oleh pelajar SMA atau sederajat .
* Cerpen, yang dapat diikuti oleh siswa/siswi SMP atau sederajat.
* Poster, yang dapat diikuti oleh pelajar SD atau sederajat.
* Fotografi, yang dapat diikuti oleh masyarakat umum
* Film Dokumenter, yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.

3. Talk Show

Bincang santai dengan tokoh-tokoh nasional peduli lingkungan, LSM, dan masyarakat umum
4. Pelatihan

Pelatihan langsung proses daur ulang sampah, pembuatan kompos, dan pelatihan lainnya.
5. Bazaar dan Expo Lingkungan

Penampilan profile tentang isu-isu lingkungan Negara Indonesia tercinta yang menampilkan produk hasil riset-riset dari beberapa LSM yang mengkaji tentang lingkungan hidup.

Contact Person : Dian (085284512030), Arief (085691361890),

PUSGIWA BEM FMIPA UI 021-7270454

Kupasrahkan Kepada-Mu


A.Firdaus

lelah hidup berujung nista
tanpa tahu arah dan tujuan
bila tubuh terbalut dengan dosa
ta sudikah bersimpuh sampai datang kematian

sudah tulikah telingaku
sudah butakah mata hatiku
saat kebenaran datang menghampiri
mengapa keburukan yang dicari

dunia hayalmu hanya alam maya
indah...senang namun mudah sirna
sadarlah kau berdiri di alam nyata
tapi ini milik sang pencipta

tundukan keningmu di SAJADAH-NYA
pejamkan matamu di kehariba'an-NYA

jangan kau harapkan yang tak pasti
terpahit nan menyakitkan hati
lepaskan genggaman pengharapan
karna itu yang ada hanya keburukan

setipa pertemuan selalu berujung perpisahan
tak selamanya cinta berakhir kebahagiaan
hanya ululazmi yang patut kau puji
dia maha suci dan murni

Robb-ku bukakan pintu rahmat-MU
matikan sifat buruk-ku
sucikan dosa dengan do'a
hanya itu yang bisa mengatarku ke surga-MU

Ya... Allah, hanya kepada-Mu aku berserah diri, hanya kepada-Mu kami akan kembali....

ide-Qu

HADIAH TERINDAH SEORANG AKTIFIS

10 Juli jam 17:42

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak
tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta
penuh makna yang membias dari guratan keriput di
wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian,
hingga sekarang mahkota putih tampak anggun
menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh
memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih
menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan
do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang
tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas
darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya
kehidupan.

Ibunda...
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia
adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap
manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak
putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi.
Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9
bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang
sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah
Subhanahu wa Ta'ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita.
Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga
tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun,
goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur'an,
zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan
syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa.
Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah)
dari sebuah madrasah keluarga.

Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah
(wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan
Islam. Teladan Asma' binti Abu Bakar Ash-Shidiq
melahirkan pahlawan Abdullah bin Zubair, yang dengan
cintanya masih berdoa agar dirinya tidak mati sebelum
mengurus jenazah anaknya yang disalib Hajaj bin Yusuf,
antek Bani Umaiyah. Polesan warna seorang ibunda, Al
Khansa, melahirkan putra-putra kebanggaan Islam yang
berani dan luhur akhlaqnya, hingga satu persatu syahid
pada perang Qodisyiah. Di sela kesedihannya, ibunda
masih berucap, "Alhamdulillah... Allah telah
mengutamakan dan memberikan karunia padaku dengan
kematian anak-anakku sebagai syuhada. Aku berharap
semoga Allah mengumpulkan aku dengan mereka dalam
rahmat-Nya kelak."

Banyak... sungguh teramat banyak cinta ibunda yang
melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun
tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah
dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para
mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad
bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikan ibunda mereka
telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang
gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri
dalam kemiskinan.

Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan
biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi
seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah
sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa
Ta'ala.