2009/07/21

Sejuta Warna Facebook


10 Juli jam 6:45
ada yang mau cari PAcar..
ada yang mau hibur diri aja...
ada yang cuma iseng
ada juga yang nyeleneh kurang kerjaan
ada juga agar daianggap dai Tulen

contoh sederhana....
sering kita lihat orang buat Status..."Lagi di Puncak nih" atau " lagi jatuh cinta"....atau " merindukan sang Bidadari"....ada juga yang nulis aneh bin ajaib....."lagi pengen ketemu".....pokonnya banyak dah...

sobat,
ini yang mesti kita pikirkan bersama....sering kali status berubah sertiap 10 menit...kalau ga da yang komentar, ganti status yang lbih heboh biar ada yang komentar...

atau ada yang lebih Soft dan kelihatan mantab
status atau catatan tentang dakwah tapi yang di Tag AKhwat semua..atau sengaja Ngetag Tulisan dan Catatan kita biar dia tau nih tulisan kita...dan biar di komentarin

mari sama-sama berhitung...
sebenarnya urusan kita lbih banyak....mulai dari mengurus Umat...dan hal yang belum kita kerjakan
lamaan mana kita Tilawah dengan NOngkrong di Face Book...
bacaan tentang dakwah saja kita tinggalkan...
atau lebih mencintai Abi dan Umi dari Pada Facebook

jadi aneh tingkah laku manusia sekarang...
pada dasarnya Mubah saja...tapi jika kita melalaikan kewajiban...atau biar dianggap super Ustad tapi amal dakwah ga ada...atau bawaanya lebih pengen cepet2 buka Fb daripada Al-Quran...masih pantaskah dianggap Mubah..

seringnya lagi kita sering tampilkan status kita ke orang lain...dengan harapan ingin dipuji, dianggap Super, atau dianggap Sholeh....Naudzubillah deh...mana Pemahan kita terhadap Allah Swt...curhat kita kepada ALlah lebih sedikit dibanding dengan curhat sama Mausia....

Marilah kita buka HAdist Arabain No.1

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahuanhu, ia
berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan
sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya,
maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya
itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan
dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya"

perbaiki niat Kita Sobat...
jangan-jangan Pahala kita semakin berkurang karena niat kita yang sudah melenceng..
padahal ladang pahala mengalir deras dari Fb jika niat dakwah kita Untuk Allah...
yang jadi Dai...Luruskan Niat....agar setiap apa yang kita niatkan hanya karena Allah...
termasuk ana juga semoga ALlah memberi keikhlasn untuk Allah semata dari setiap amal yang ana Lakukan

aduh Ikhwan dan Alhwat
kadang jam Malam ga Karuan msih asik chatingan...atau Gosip Ria tentang masalah yang sepele...
aduh Ikhwan dan Akhwat...
setan Pinter Banget...niat awal dakwah karena Allah bisa jadi lama-lama jadi belok...pengen cari jodoh..atau cariperhatian orang2 sekitar...

Naudzu Billah Ya Allah
semoga tulisan ini mengingatkan kita agar kita senatiasa menjaga Waktu...menjaga diri...dan menata hati...agar Allah cinta kepada Kita...dan niat2 kita berbuat sesuatu apapun itu hanya Kepada Allah

" Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "


Catatan kecilku untuk pengingatan diriku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ide-Qu

HADIAH TERINDAH SEORANG AKTIFIS

10 Juli jam 17:42

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak
tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta
penuh makna yang membias dari guratan keriput di
wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian,
hingga sekarang mahkota putih tampak anggun
menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh
memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih
menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan
do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang
tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas
darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya
kehidupan.

Ibunda...
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia
adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap
manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak
putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi.
Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9
bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang
sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah
Subhanahu wa Ta'ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita.
Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga
tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun,
goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur'an,
zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan
syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa.
Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah)
dari sebuah madrasah keluarga.

Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah
(wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan
Islam. Teladan Asma' binti Abu Bakar Ash-Shidiq
melahirkan pahlawan Abdullah bin Zubair, yang dengan
cintanya masih berdoa agar dirinya tidak mati sebelum
mengurus jenazah anaknya yang disalib Hajaj bin Yusuf,
antek Bani Umaiyah. Polesan warna seorang ibunda, Al
Khansa, melahirkan putra-putra kebanggaan Islam yang
berani dan luhur akhlaqnya, hingga satu persatu syahid
pada perang Qodisyiah. Di sela kesedihannya, ibunda
masih berucap, "Alhamdulillah... Allah telah
mengutamakan dan memberikan karunia padaku dengan
kematian anak-anakku sebagai syuhada. Aku berharap
semoga Allah mengumpulkan aku dengan mereka dalam
rahmat-Nya kelak."

Banyak... sungguh teramat banyak cinta ibunda yang
melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun
tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah
dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para
mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad
bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikan ibunda mereka
telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang
gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri
dalam kemiskinan.

Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan
biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi
seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah
sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa
Ta'ala.